Membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Teknologi di Ujung Jari

stapbaak - Saat ini, sistem pembelajaran jarak jauh yang berbasis teknologi dan media internet belum familiar di telinga masyarakat, bahkan sistem tersebut dianggap kurang efektif untuk diaplikasikan di dunia pendidikan. Masyarakat lupa bahwa dalam hidup keseharian kita tidak dapat lepas dari gadget dan internet, dan sistem pembelajaran melalu media online ini memiliki beberapa keuntungan, di antaranya; kualitas peserta didik lebih terukur; bahan ajar dapat dibaca oleh masyarakat umum; peserta didik dapat lebih mandiri; pembelajaran peserta didik dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat ruang dan waktu; serta kualitas lulusan terjamin dengan adanya standar minimal penilaian.

Kini alumni mahasiswa UT sudah mencapai 1,2 juta yang tersebar di setiap kecamatan di Indonesia dan 28 negara tetangga. Bukanlah hal mudah mendapatkan kepercayaan masyarakat, terlebih dengan menyuguhkan metode pembelajaran yang belum familiar. Namun, cita-cita mulia untuk memberikan pemerataan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia tidak menghentikan langkahnya, hal ini dibuktikan dengan animo masyarakat yang terus bertambah untuk meneruskan sekolah ke jenjang pendidikan tinggi. “Sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak menginjakkan kaki ke perguruan tinggi, baik itu jarak, waktu, ataupun usia. Asalkan ada semangat dan kemauan, gelar sarjana dan magister dapat diraih melalui ‘ujung jari’,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Rektor UT ini.

Banyak sekali tantangan untuk membangun Indonesia melalui ‘ujung jari’, yang terberat adalah menghadapi kondisi geografis wilayah NKRI, ditambah pembangunan infrastruktur belum merata. Belum lagi koneksi internet yang menjadi syarat mutlak terlaksananya metode ini tidak dapat ditemui sampai daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta dukungan akomodasi yang sangat bervariasi untuk mencapai daerah tujuan. Dari sisi sumber daya manusia, masyarakat di wilayah 3T belum memiliki kemampuan untuk bekerja dan belajar mandiri. Namun, ia tetap optimis bahwa suatu saat pembangunan Indonesia, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia akan lebih baik, karena ini bukan hanya pekerjaan rumah seorang Tian Belawati melainkan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.

Diakhir pembicaraannya, Prof. Tian Belawati mengharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih memanfaatkan perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) secara maksimal, tidak hanya sebatas media selular atau jejaring sosial saja, tetapi dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Dengan begitu Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang berkemampuan dan berdaya saing tinggi. (udn)

sumber :
http://sumberdaya.ristekdikti.go.id/index.php/2016/05/31/membangun-nkri-dengan-teknologi-di-ujung-jari/

Reactions:

Share this with short URL:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar